Sahabat yang tercinta sengaja ana menuliskan bahasan ini dalam blog kerana ide ini berasal dari mente ana dalam suatu halaqoh ...mente ana da yang bertanya "Mas sebelum agama islam ada apakah agama nabi nabi terdahulu juga islam..??"
Nah saudara ku disini lah waktu nya untuk menjelaskan nya untuk sedikit pengetahuan bagi kita.. yang saya ambil referensi dari sebuah blog Islam4shared dan blog ini mengambil referensi dari swaramuslim nah
Kawan kawan yang berbahagia sebelum Rasulullah SAW diutus sebagai nabi klo kita perhatikan akhlak dan segala sesuatunya, tidak pernah melakukan hal-hal yang nantinya terlarang dan diharamkan dalam syariat yang diturunkan kepadanya. Wajahnya belum pernah sujud kepada berhala, perutnya belum pernah meminum khamar, lidahnya belum pernah digunakan untuk membicarakan orang, mencaci atau hal yang dilarang. Beliau pernah berdagang tapi tidak pernah terjebak sistem ribawi.
Bahkan ketika masih anak-anak, beliau pernah berniat menonton hiburan malam dalam sebuah pesta, namun atas izin Allah SWT beliau tidak jadi melakukannya lantaran tertidur dan hal itu berulang untuk esoknya. Sehingga kalaupun Muhammad tidak menjadi Nabi dan Rosul tentu ia akan mencaji orang yang suci yang selalu dihormati oleh orang orang..
Rasulullah SAW sebelum diangkat menjadi Nabi dan menerima wahyu dari Allah SWT, dia adalah seorang yang hanif berada dalam millah (ajaran) agama nabi Ibrahim as sebagai Bapak dari para nabi. Beliau lahir dan tinggal di tempat dimana dahulu Bapak para nabi itu membangun rumah Allah. Beliau mewarisi kesucian dan kelurusan agama yang dibawa oleh kakeknya (Abdul Muththalib).
Namun perlu diketahui bahwa beliau sebagai orang Arab pun sudah tahu bahwa Allah SWT adalah tuhannya (ajaran Nabi Ibrahim). Bahwa Allah SWT adalah tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang menurunkan hujan serta memberi rizki.
Kekurangan aqidah bangsa Arab jahiliyah ini bukan pada rububiyah-nya
(Cara mengesakan Allah), melainkan pada uluhiyah-nya (Cara beribadah Kpd Allah).
Di mana mereka belum punya informasi apa pun tentang bagaimana bertauhid kepada Allah
dan bagaimana cara beribadah kepada-Nya. Mereka baru sekedar tahu bahwa tuhan itu ada, namanya Allah dan Allah itu menciptakan mereka hingga memberi rizqi.
Kualitas mereka sedikit di bawah para ahli kitab yang sudah kenal Allah dan juga mengenal adanya kitab-kitab suci yang turun dari langit yang berisi tata cara ibadah dan juga syariah. Mereka juga mengenal sistem kenabian yang berujud manusia yang mendapatkan wahyu dari langit sebagai hukum yang harus diterapkan.
Namun kesalahan fatal para ahli kitab itu ketika mereka tidak mau mengakui bahwa Allah SWT menjadikan Muhammad SAW sebagai Nabi dan ingkar kepada Al-Quran sebagai kitab suci yang terakhir. Kesalahan ini kemudian diperparah dengan sikap ambivalen (perasaan menentang) mereka terhadap agama Islam. Bahkan pada akhirnya mereka malah memerangi dan hendak membunuh Rasulullah SAW. Maka semua keyakinan mereka sebelumnya tentang Allah, kitab suci, para nabi dan hukum-hukum syariat yang turun kepada mereka, menjadi tidak ada gunanya lagi.
Sehingga Syariat itulah (Islam) yang dijadikan Tuhan yang pernah mengutus Ibrahim, Daud, Musa dan Isa menjadi syariat versi terakhir. Dan menghapus berlakunya semua syariat yang pernah ada sebelumnya.
Kitab Al-Quran Al-Karim yang diturunkan kepada beliau adalah kitab yang menghapus berlakunya semua kitab sebelumnya, dan berlaku hingga akhir zaman.
Sehingga bila nanti Yesus Kristus (Nabi Isa as) datang lagi ke dunia ini, beliau akan menjadi salah satu anggota dari umat Islam. Bahkan beliau akan bersyahadat bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Beliau akan shalat di dalam shaf shalat jamaah umat Islam dan menjelaskan keberadaannya serta hal-hal yang menyimpang selama ini kepada murid-murid nya.
0 comments:
Post a Comment